Read Time:1 Minute, 6 Second

loading…

JAKARTA – Sepeda motor masih menjadi penyumbang pelanggaran terbanyak dalam Operasi Patuh Jaya 2020. Tercatat pelanggaran yang paling banyak adalah melawan arus dan tidak memakai helm Standar Nasional Indonesia (SNI).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, tercatat pada Minggu 26 Juli 2020 ada sebanyak 449 pelanggaran yang dilakukan oleh sepeda motor. “Itu semuanya adalah melawan arus, artinya memang disiplin peseda motor dalam berlalu lintas sangat rendah,” katanya kepada SINDOnews, Senin (27/7/2020).

Dia menegaskan, dalam satu hari kemarin pihaknya melakukan penindakan sebanyak 1.625 tilang dan 2.941 teguran. Penindakan dilakukan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran yang membahayakan, sementara teguran diberikan bagi pelanggaran yang masih bisa ditoleransi.

“Kami menindak karena pelanggarannya sudah mebahayakan baik bagi dirinya maupun orang lain,” ujarnya. (Baca juga: Operasi Patuh Jaya 2020 Disesuaikan dengan Adaptasi New Normal)

Seperti diketahui, ada lima pelanggaran yang tidak bisa ditoleransi yaitu; melawan arus, tidak memakai helm, melewati bahu jalan, menggunakan ponsel saat mengemudi dan menggunakan rotator tidak pada tempatnya.

Sedangkan ada 15 pelanggaran yang juga menjadi tergaet dalam penindakan. Dia berharap, dalam operasi Patuh Jaya 2020 ini bisa meningkatkan disiplin dalam berla luintas. (Baca juga: Operasi Patuh Jaya 2020, Petugas Sering Pindah Titik Penindakan untuk Hindari Kerumunan)

WAJIB BACA  Satpol PP Cakung Tindak Puluhan Warga yang Tidak Mengenakan...

(mhd)



SItus ini ini adalah situs aggregator berita. Artikel asli dimuat disini

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *