Read Time:1 Minute, 0 Second

Suara.com – Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan rupiah pada Kamis (30/7/2020) ini masih berpotensi menguat.

Menurut pengamatannya, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS masih dalam tekanan turun di kisaran 0,58 persen yang mengindikasikan kekhawatiran pasar dan minat terhadap aset aman dolar AS masih tinggi.

Tapi di sisi lain, lanjut Ariston, sikap Bank Sentral AS yang masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar dan stimulus dalam jangka waktu yang lebih lama mendukung penguatan aset-aset berisiko.

“Dua sentimen yang bertolak belakang ini berpotensi membuat rupiah bergerak dalam kisaran sempit seperti kemarin dengan potensi di kisaran Rp 14.450-Rp 14.600,” ujar Ariston dalam riset hariannya, Kamis (30/7/2020).

Berdasarkan data Bloomberg pergerakan rupiah pada Rabu kemarin (29/7/2020) berada di level Rp 14.542 per dolar. Level itu melemah dibanding pergerakan Selasa sebelumnya di level Rp 14.535 per dolar AS.

Sementara, Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Rabu kemarin berada di level Rp 14.570 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Selasa sebelumnya yang di level Rp 14.543 per dolar AS.



SItus ini ini adalah situs aggregator berita. Artikel asli dimuat disini

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
WAJIB BACA  Kemenhub Akan Hibahkan 12 Terminal ke PT ASDP Indonesia Ferry

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *