Read Time:1 Minute, 54 Second

loading…

BOGOR – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno memberikan penjelasan, terkait ada satu keluarga di Kota Bogor dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Dari keluarga tersebut, dua di antaranya meninggal dunia belum lama ini.

“Diawali dari Sang Kakek yang memiliki riwayat dari luar kota perjalanan ke Jawa Timur pada 27 Juni – 5 Juli. Sakit, berobat ke dokter praktek swasta, dirawat di dua rumah sakit di Kota Bogor, kemudian dirawat di rumah sakit di Jakarta,” tuturnya, Minggu (26/7/2020).

Sri menuturkan, pasien meninggal dunia dengan status probable (belum dilakukan swab) dan dimakamkan dengan prosedur COVID-19. “Pada saat dirawat di rumah sakit, kakek tersebut turut dirawat oleh anaknya dan istrinya,” katanya. (Baca juga; Pulang dari Kediri Sekeluarga di Bogor Positif Covid-19, Ayah Anak Meninggal)

Diketahui, anak dari almarhum kontak erat selama menunggu almarhum di rumah sakit. Anak tersebut merasa sakit sejak 10 Juli 2020 dan pernah ikut swab massal di Jakarta 16 Juli 2020. Lalu sempat dirawat di rumah sakit, namun tidak mengaku ada riwayat kontak dengan kasus probable dan sudah diswab test, sehingga dirawat di ruangan biasa bukan ruang isolasi.

“Saat diketahui hasil swab positif, dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Bogor dan meninggal dunia,” jelasnya. (Baca juga; Satu Keluarga Positif COVID-19, Warga Pisangan Baru Swab Test Massal)

WAJIB BACA  DPRD DKI ditutup lima hari karena ditemukan kasus positif COVID-19

Selanjutnya, pihaknya melakukan tracing dibantu tim detektif COVID-19, baik yang kontak satu rumah, di rumah sakit semuanya dilakukan swab test. “Hasilnya, dari orang serumah ada 5 orang yang terkonfirmasi positif, yaitu istrinya, anaknya, menantunya, dan dua cucunya,” sebutnya.

Saat ini kata Sri, jumlah kontak erat yang dilacak ada 97 orang, 95 orang di antaranya sudah dilakukan swab test dan 2 orang sedang dijadwalkan. Secara keseluruhan sementara ini ada 8 orang yang positif (5 anggota keluarganya, 1 riwayat kontak erat dan 2 warga Kabupaten Bogor). “Dari 95 orang yang sudah dilakukan swab test, 56 orang belum keluar hasilnya. Total sementara ada 8 orang positif, 31 negatif,” katanya.

Sri menekankan semua pihak untuk menjadi perhatian atas temuan kasus tersebut. Sebab, penularan dalam rumah tangga masuk klaster baru meskipun ini awalnya dari luar daerah. “Jadi, perlu kejujuran kepada petugas medis apabila memang ada kontak erat dengan yang positif. Ketika tidak jujur maka akan menularkan,” tegasnya.



SItus ini ini adalah situs aggregator berita. Artikel asli dimuat disini

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *