Read Time:1 Minute, 15 Second

loading…

JAKARTA – Direktur Utama PT Mass Rapid Transit atau MRT, William Sabandar mengatakan, pembangunan proyek MRT tahap dua mulai dilakukan pada akhir Juli 2020. Pembangunan tahap dua dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Kota, kemudian dilanjutkan hingga ke stasiun Depo di kawasan Jakarta Utara.

Pembangunan konstruksi ini mampu menelan biaya sebesar Rp22,5 triliun. Terdiri atas 51% ditanggung pemerintah DKI Jakarta dan 49% ditanggung pemerintah pusat. (Baca juga; DKI Tunggu Persetujuan Kemenhub untuk Bangun Depo MRT Ancol Barat)

“Skema pembiayaan dibagi dalam dua bagian, pertama sudah terealisasi sebesar Rp 9 triliun. Itu sudah ditandatangani pemerintah Indonesia dan Jepang. Kalau bagian kedua, ini akan dialokasikan kalau anggaran sudah digunakan,” ujar William dalam konferensi pers, di Wisma Nusantara, Rabu (22/7/2020).

William menyebut pembangunan fase dua MRT dengan lintasan sepanjang 5,8 kilometer (km) dari Thamrin- Kota, sedangkan dari kota-Depo sepanjang 6 km. Dengan tipe konstruksi bawah tanah. Jalur baru ini juga akan ditambahkan tujuh stasiun baru yang terdiri atas, stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Mangga Besar, Glodok, Kota, Mangga Dua, Ancol, dan Depo.

Pembangunan tahap dua dibagi menjadi tiga tahap, yakni tahap satu dilaksanakan pada akhir Juli 2020 hingga Maret 2023. Tahap dua April-Desember 2023, tahap tiga Januari 2023 hingga Maret 2025. Jika pembangunan MRT tahap II selesai, maka jalur MRT Selatan- Utara akan terhubung dari Lebak Bulus hingga Ancol Barat. (Baca juga; DPRD DKI Nilai Kajian Depo MRT Ancol Barat Belum Matang)

WAJIB BACA  Maksimalkan Jaga Jarak, Mulai Besok PT KCI Tambah 5 Perjalanan...

(wib)



SItus ini ini adalah situs aggregator berita. Artikel asli dimuat disini

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *