Read Time:3 Minute, 2 Second


prioritas utama gerakan ini menyasar warga miskin dan rentan miskin

Jakarta (ANTARA) – Gerakan TurunTangan dan KitaBisa.com berkolaborasi melakukan gerakan sosial #BayarinKontrakan bagi warga miskin dan rentan miskin terkena dampak pandemi COVID-19 di wilayah Jabodetabek, dengan cara membantu membayarkan sewa kontrakan atau indekos.

“Gerakan ini sederhana saja, ingin membuat warga tenang dalam menghadapi masa-masa krisis seperti ini,” kata Pemimpin Gerakan “BayarinKontrakan”, Muhammad Husnil di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, relawan turun ke lapangan membayarkan kontrakan warga di wilayah DKI Jakarta meliputi Kramat Jati, Jatinegara, Cilincing, Kemayoran, dan Kali Adem.

Menurut Husnil, meski kegiatan ekonomi sudah kembali bergerak setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan, namun kondisi di lapangan banyak warga miskin yang terdampak pandemi COVID-19 tidak memiliki penghasilan sehingga kesulitan membayar uang sewa kontrakan rumah maupun indekos.

Kesulitan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat miskin dan rentan miskin dikhawatirkan berdampak pada kesehatannya, sehingga rentan terpapar COVID-19. Guna mencegah hal itu, TurunTangan dan KitaBisa.com melakukan gerakan sosial #BayarinKontrakan sejak Mei 2020.

Terhitung sejak Mei hingga Juli 2020, total sudah ada 50 ribu warga di wilayah Jabodetabek telah dibantu dibayarkan kontrakannya lewat program gerakan TurunTangan dan KitaBisa.com tersebut.

“Kalau mereka dihantui was-was dan gelisah, sistem imun mereka bisa menurun dan mereka tambah rentan terpapar virus COVID-19 ini. Dengan gerakan ini kami ingin memberikan ketenangan kepada mereka dengan membuat mereka tetap memiliki tempat berteduh, minimal selama sebulan,” ujarnya.

WAJIB BACA  Sembilan Pelanggar PSBB di Pasar Gardu Asem Ditindak

TurunTangan dan KitaBisa.com melakukan pendataan di lapangan untuk mengetahui jumlah warga yang kesulitan secara ekonomi. Data tersebut diperoleh melalui dua metode, mengunjungi lokasi kontrakan-kontrakan di Jakarta. Kedua, dengan menyebarkan formulir kemudian relawan TurunTangan melakukan verifikasi ulang saat turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran data.

Data yang masuk tidak hanya datang dari wilayah Jakarta, tetapi juga dari luar seperti Cirebon, Pemalang hingga luar Jawa. Hanya saja, karena keterbatasan anggaran dan akses, program diprioritaskan untuk warga yang ada di Jabodetabek.

“Kami menargetkan bisa membantu sebanyak mungkin orang. Tetapi, prioritas utama gerakan ini menyasar warga miskin dan rentan miskin,” kata Husnil.

Hasni menambahkan, gerakan #BayarinKontrakan ini akan terus berlangsung selama pandemik COVID-19 lewat kerja sama dengan platform KitaBisa.com.

“Insya Allah kami akan terus bergerak hingga beberapa waktu ke depan. TurunTangan terus berharap agar warga bisa melalui hari-hari ke depan dengan lebih tenang. Agar mereka bisa tetap sehat, tidak terkena virus, dan tetap bisa berteduh selama masa pandemi ini,” kata Hasni.

Kepala Program di Kitabisa.com, Satria Ugahari menabahkan, program “BayarinKontrakan merupakan kerja sama saling membantu warga yang kurang beruntung.

“Harapan kami program #BayarinKontrakan ini bisa jadi pemicu solidaritas bersama untuk saling bantu secara terus menerus temen-temen kita yang kurang beruntung,” katanya.

Siti Maesaroh warga Palmerah, Jakarta Barat salah satu penerima manfaat, mengaku sempat menduga program #BayarinKontrakan adalah penipuan. Tetapi, setelah ditelusuri dengan cara bertanya dan membaca beritanya, ia mengirimkan datanya sebagai penerima program.

WAJIB BACA  Corona di Bogor Raya Terus Melonjak, Sehari Tambah 19 Kasus...

Siti sudah beberapa bulan menunggak biaya kontrakan dikarenakan suaminya yang berjualan martabak di pasar kesulitan mendapatkan pembeli selama masa pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah, dana yang turun bisa membantu meringankan bulanan kontrakan kami,” kata Siti.

Hal senada juga dirasakan Kurniasih, pedagang di pasar pagi di bilangan Mampang Prapatan, bantuan yang diberikan oleh para donatur melalui Gerakan TurunTangan dan KitaBisa.com telah membantunya untuk membayar kontrakan serta tagihan listrik.

Kurniasih mengaku selama pandemi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama untuk membeli kuota internet buat anaknya yang sekolah.

“Keuntungan jualan gorengan sekarang sedikit, setiap hari bisa buat beli kuota internet anak-anak yang sekolah. Sekarang, lebih mahal kuota internet buat mereka sekolah daripada uang bulanan sekolahan anak-anak,” kata Kurniasih.

 

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020



SItus ini ini adalah situs aggregator berita. Artikel asli dimuat disini

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *